G C
Dia hanya dia di duniaku
G C
Dia hanya dia di mataku
Am D
Dunia terasa telah menghilang
Am D
Tanpa ada dia di hidupku
G C
Sungguh sebuah tanya yang terindah
G C
Bagaimana dia merengkuh sadarku
Am D
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Am D
Karena ada dia di hidupku
Chorus:
G
Ku ingin dia yang sempurna
Em
Untuk diriku yang biasa
Am C
Ku ingin hatinya ku ingin cintanya
Am D
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
G
Ku hanya manusia biasa
Em
Tuhan bantu ku tuk berubah
Am C
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Am D
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
C G D/F# Em
Am C D
overtone:
A
Ku ingin dia yang sempurna
F#m
Untuk diriku yang biasa
Bm D
Ku ingin hatinya ku ingin cintanya
Bm E
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
A
Ku hanya manusia biasa
F#m
Tuhan bantu ku tuk berubah
Bm D
Tuk miliki dia tuk bahagiakannya
Bm E
Tuk menjadi seorang yang sempurna
A
untuk dia
Sunday, January 20, 2013
Thursday, January 17, 2013
Cara Mendapatkan Ide untuk Menulis ala Penulis Terkenal
MENDAPATKAN ide untuk menulis masih menjadi pekerjaan rumah
bagi banyak orang. Banyak orang yang ingin menulis, namun sukar menemukan ide
dan perspektif yang baru, dan akhirnya terbengong-bengong di depan komputer.
Ada beragam cara yang dilakukan untuk mendapatkan ide, atau
untuk bisa mengalirkan ide dengan enak. Ada yang bisa lancar menulis jika
merokok. Ada yang mendapat ide berlimpah ketika menulis sambil mendengar lagu.
Ada yang bisa nulis setelah selesai gituan (ehm ehm), ada yang dapat ide nulis
setelah diomeli istri atau pacar, dan banyak lagi
Namun tahukah Anda ada beberapa ritual atau kebiasaan yang
tergolong aneh yang dilakukan sejumlah penulis dan blogger terkenal sebelum
menulis? Ini beberapa di antaranya. Kali aja bisa menjadi wahana inspirasi bagi
Anda, hehehe
1. Tanpa busana
Ehem. Ternyata ada lho penulis yang bisa menulis enak jika
melakukannya tanpa busana. Setidaknya itu yang biasa dilakukan penulis John
Cheever. Peraih Pulitzer Prize ini biasa menulis hanya dengan pakaian dalam.
Versi yang sedikit berbeda dilakukan penulis dan jurnalis
Adam Skolnick, yang biasa menulis hanya mengenakan kain sarung.
Tertarik menjajal ritual ini? Bisa saja. Namun ritual ini
kayaknya hanya bisa dilakukan jika Anda berada sendirian di rumah, hehehe.
Juga, sebaiknya tidak dilakukan di musim hujan. Bisa-bisa Anda justru terserang
flu
2. Sengaja tersesat
Jika tak punya ide untuk menulis, pengarang terkenal Charles
Dickens dan Henry Miller punya cara unik. Mereka akan berjalan-jalan atau
bersepeda di kawasan asing dan sengaja membiarkan diri tersesat. Ternyata, dari
sisi psikologi, teknik seperti ini ampuh untuk memancing kreativitas.
3. Menulis dengan gaya horisontal
Biasanya orang menulis (atau mengetik) sambil duduk. Namun
ada beberapa penulis, sepertiMark Twain, Edith Wharton, Winston Churchill dan
Marcel Proust biasa menulis dengan posisi horisontal, yakni berbaring di tempat
tidur. Dengan berbaring, rupanya ide dan kreativitas bisa terpacu. Asal jangan
sampai keterusan dan tertidur beneran ya? Hehehe
4. Berdiri
Selain berbaring, ada juga ritual menulis yang tergolong
ekstrim. Yakni berdiri. Menulis sambil berdiri. Ini yang biasa dilakukanErnest
Hemingway dan Albert Camus. Selain lebih produktif, menulis sambil berdiri
ternyata sangat bagus untuk kesehatan punggung.
Tentu saja, di jamannya, baik Hemingway dan Camus biasa
menulis pada buku atau kertas, tidak seperti rata-rata penulis sekarang yang
menulis pada komputer. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba juga ya?
5. Pancing dengan miras
Jika empat ritual di atas tak berbuahkan hasil, yang kelima
ini bisa dicoba. Yakni menenggak minuman keras (miras). Ini yang biasa
dilakukan penulis terkenal David Ogilvy. Sebelum menulis Ogilvy biasa menenggak
setengah botol rum.
Tentu, ritual ini ada konsekuensinya. Usai menulis, Ogilvy
biasanya harus mengedit tulisannya 4 hingga 5 kali sebelum dipublikasi, hehehe
Aku pernah mencoba menulis dengan teknik ini. Hasilnya sih
lumayan. Tulisan yang maunya berisi tips ngeblog tiba-tiba endingnya menjadi
cerita pendek bergenre erotis. Nah lho!!!
***
Bagaimana dengan Anda? Ritual seperti apa yang biasa
dilakukan untuk mendapatkan mood yang enak untuk menulis?
Friday, December 21, 2012
Ibuku sayang Amirah gak yah? (dalam rangka hari Ibu 22 Desember 2002)
Kenapa ibuku
selalu memarahiku? Padahal aku ini katanya cantik, pintar anak bungsu lagi, aku
merasa ibu lebih menyayangi kakak ku Hanif, apa karena dia laki-laki dan mirip
almarhum ayahku? Padahal aku mestinya menggugat ibuku untuk lebih menyayangiku,
karena aku dari kecil dititipin di tanteku, dan baru 2 tahun lalu aku baru
bersama ibuku, sementara kakakku
dilimpahi kasih sayang sejak dia lahir dan tidak pernah terpisah dari ibuku.
Aku memang
selalu menanyakan kasih sayang ibuku untukku, karena foto-foto kebersamaannku
dengan ibuku dan ayahku sangat kurang, Cuma satu, sementara kakakku Hanif
sepertinya setiap tahap perkembangannya semua didokumentasikan belum lagi
foto-foto jalan-jalan mereka, ke pantai, ke gunung dan ke acara-acara keluarga
..huh aku cemburu dibakar cemburu. Kata ibuku, jangan nilai perhatian dan kasih
sayang hanya dari situ, dan pada saat aku bayi dan lagi lucu-lucunya ibuku sibuk mengurusi ayahku yang sakit,
makanya kau jarang difoto.
Ibuku memang
sering menciumiku, memelukku khususnya jika aku minta, tapi perlakuan itu
bagiku tidak cukup dibanding marah-marahnya mulai dari aku bangun yang suka
telat sehingga menyebabkan beliau terlambat ke kantor, dan gajinya dipotong, sampai aku menuju tidur
yang suka begadang, yang katanya mengganggu jadwal tidurnya.
Kemarahan
ibuku kadang tidak terkendali jika aku meminta dibelikan ini dan dibelikan itu,
atau mau jalan ke toko buku Agung, gramedia beli buku, spidol buku, pinsil,
rautan… “aduh amiraahhh masa tiap minggu beli spidol sama pinsil sih, kamu
apakan itu barang2 kah, dijaga dong…ibu beli itu pake uaang… “ teriak ibuku
Tapi kalau
kakakku Hanif yang minta dibelikan, jarang pake marah…akupun protes.
“karena
kakakmu dia beli memang yang dia butuhkan…” kata ibuku
Apa bedanya?
Kan aku juga butuh…Ahhhh ibuku, padahal aku ingin lebih disayang ibuku seperti
aku sayang padanya, aku selalu memberikan dia pujian, mengatakan padanya ibu
cantik, meghujaninya kata-kata I love you, gambar-gambar diriku dan gambarnya
yang kubuat secantik mungkin, yang kadang
kuselipkan di dompetnya, atau kutuliskan di buku2 notesnya, atau ku sms
titip di hp kakakku.
Tapi kadang
ibuku tidak melihatnya, atau pura-pura membacanya, dan mengucapkan terima kasih.
Aku sedih kalau mengingat itu semua
Sampai suatu
hari, kemarahannya yang meledak nyaris saja membuat beliau menyesal seumur
hidupnya.
Saat itu
tanggal 11 nopember pas hari minggu, kakakku dan kakak Yus sepupuku udah duluan
bangun dan kerja bakti. Aku yang memang suka terlambat bangun, hari itu
lagi-lagi terlambat bangun. Biar
dibilang ikut kerja bakti begitu bangun langsung aku ambil selang dan menyiram
bunga, karena merasa sudah membantu aku nagih sama ibuku, untuk dibelikan buku
cetak, jadi aku minta diantar ke gramedia, kalau tidak ada di gramedia di Ramayana, kalau tidak
ada harus diantar ke agung, mendengar berondongan permintaanku yang membuat
beliau seperti tidak bernafas diapun tidak sengaja menjatuhkan pisau yang
hampir saja melayang ke aku, dan mengenai dadaku.. rasa perih karena goresn
pisau itu sepertinya tidak berarti dibanding luka goresan sakit di hatiku…oh
ibuku, Tuhan masih menyayangi melindungi aku dan ibuku sehingga tidak terjadi
apa-apa.
Ibuku
langsung memelukku dan menggendongku dan menangis meraung-raung penuh
penyesalan minta maaf padaku dan pada Allah Yang Maha Pencipta yang telah
menitipkan aku pada ibuku.
Berhari-hari
dan setiap saat khususnya saat tengah malam ibuku menangis sholat taubat, dan
memelukku sepertinya tidak akan melepasku. Melihat penyesalan yang begitu dalam
aku melukis ibuku secantik mungkin dan menempelnya di kulkas.
Memang
setelah kejadian itu, ibuku jarang marah padaku meski masih tetap marah. Meski
aku masih selalu membuatnya terlambat ke kantor karena ulahku yang selalu telat
bangun.
Tadi malam
sekitar jam 2 malam, samar-samar diantara nyenyak tidurku aku melihat ibuku
bercucuran air mata sambil membelaiku menciumiku dan berjanji akan lebih sayang
sama aku dan tidak akan memarahiku..apapun ulahku…
Diantara
tidur nyenyak dan alam mimpiku, aku juga berjanji tidak akan membuat ibuku
marah, aku akan menuruti apa kata-katanya, lebih rajin sholat lebih rajin
berdoa untuknya dan untuk almarhum ayahku dan…tidak lagi bangun terlambat…I
love You Mom.
By Andri Amirah Sultanadaku
Wednesday, April 28, 2010
Seragam Berkualitas
Seiring berjalannya waktu..kehidupan harus terus berjalan meskipun suami tercinta Sultanadaku telah dipanggil menghadap sang khalik 20 Agustus 2008..yah memang kapal harus terus berjalan dengan mengambil alih kendali nahkoda...sambil masih terus bekerja di Radio..aku harus lebih kreatif memikirkan hidup dan menjalankan kapal kehidupanku bersama anak2ku...
sekarang berkerja sama dengan teman teman terbaik yang terus mendukung dan memberi motivasi ..aku punya bisnis baru lagi yaitu membuat seragam TK, SD maupun SMP dan SMA..selain itu aku juga menerima pesanan kaos dan jaket yang semuanya di produksi di Bandung.meski demikian kualitas terjamin dan murah ...bisa menghubungi 087841891145
sekarang berkerja sama dengan teman teman terbaik yang terus mendukung dan memberi motivasi ..aku punya bisnis baru lagi yaitu membuat seragam TK, SD maupun SMP dan SMA..selain itu aku juga menerima pesanan kaos dan jaket yang semuanya di produksi di Bandung.meski demikian kualitas terjamin dan murah ...bisa menghubungi 087841891145
Wednesday, August 19, 2009
Tuesday, August 18, 2009
Bisnis Baru Emmy Sultanadaku


Semakin banyaknya produk Distro yang kreatif dan trendy..salah satu produk baru yang muncul, mencoba merambah pasar anak muda yaitu Make It Izzy..untuk merek memang terbilang muda, tapi dari segi kualitas dan model tetap menjadi utama.
Make It Izzy diproduksi di Bandung Oleh anak-anak muda kreatif..warna-warna ceria yang digemari saat ini..dan model gambar full print yang trend.
Akan Diproduksi lagi Sweater, kaos Polo, Tas laptop, topi, dll
Subscribe to:
Comments (Atom)
