Friday, December 21, 2012

Ibuku sayang Amirah gak yah? (dalam rangka hari Ibu 22 Desember 2002)



Kenapa ibuku selalu memarahiku? Padahal aku ini katanya cantik, pintar anak bungsu lagi, aku merasa ibu lebih menyayangi kakak ku Hanif, apa karena dia laki-laki dan mirip almarhum ayahku? Padahal aku mestinya menggugat ibuku untuk lebih menyayangiku, karena aku dari kecil dititipin di tanteku, dan baru 2 tahun lalu aku baru bersama ibuku,  sementara kakakku dilimpahi kasih sayang sejak dia lahir dan tidak pernah terpisah dari ibuku.
Aku memang selalu menanyakan kasih sayang ibuku untukku, karena foto-foto kebersamaannku dengan ibuku dan ayahku sangat kurang, Cuma satu, sementara kakakku Hanif sepertinya setiap tahap perkembangannya semua didokumentasikan belum lagi foto-foto jalan-jalan mereka, ke pantai, ke gunung dan ke acara-acara keluarga ..huh aku cemburu dibakar cemburu. Kata ibuku, jangan nilai perhatian dan kasih sayang hanya dari situ, dan pada saat aku bayi dan lagi lucu-lucunya  ibuku sibuk mengurusi ayahku yang sakit, makanya kau jarang difoto.
Ibuku memang sering menciumiku, memelukku khususnya jika aku minta, tapi perlakuan itu bagiku tidak cukup dibanding marah-marahnya mulai dari aku bangun yang suka telat sehingga menyebabkan beliau terlambat ke kantor,  dan gajinya dipotong, sampai aku menuju tidur yang suka begadang, yang katanya  mengganggu jadwal tidurnya.
Kemarahan ibuku kadang tidak terkendali jika aku meminta dibelikan ini dan dibelikan itu, atau mau jalan ke toko buku Agung, gramedia beli buku, spidol buku, pinsil, rautan… “aduh amiraahhh masa tiap minggu beli spidol sama pinsil sih, kamu apakan itu barang2 kah, dijaga dong…ibu beli itu pake uaang… “ teriak ibuku
Tapi kalau kakakku Hanif yang minta dibelikan, jarang pake marah…akupun protes.
“karena kakakmu dia beli memang yang dia butuhkan…” kata ibuku
Apa bedanya? Kan aku juga butuh…Ahhhh ibuku, padahal aku ingin lebih disayang ibuku seperti aku sayang padanya, aku selalu memberikan dia pujian, mengatakan padanya ibu cantik, meghujaninya kata-kata I love you, gambar-gambar diriku dan gambarnya yang kubuat secantik mungkin, yang kadang  kuselipkan di dompetnya, atau kutuliskan di buku2 notesnya, atau ku sms titip di hp kakakku.
Tapi kadang ibuku tidak melihatnya, atau pura-pura membacanya, dan mengucapkan terima kasih. Aku sedih kalau mengingat itu semua
Sampai suatu hari, kemarahannya yang meledak nyaris saja membuat beliau menyesal seumur hidupnya.
Saat itu tanggal 11 nopember pas hari minggu, kakakku dan kakak Yus sepupuku udah duluan bangun dan kerja bakti. Aku yang memang suka terlambat bangun, hari itu lagi-lagi terlambat bangun.  Biar dibilang ikut kerja bakti begitu bangun langsung aku ambil selang dan menyiram bunga, karena merasa sudah membantu aku nagih sama ibuku, untuk dibelikan buku cetak, jadi aku minta diantar ke gramedia, kalau  tidak ada di gramedia di Ramayana, kalau tidak ada harus diantar ke agung, mendengar berondongan permintaanku yang membuat beliau seperti tidak bernafas diapun tidak sengaja menjatuhkan pisau yang hampir saja melayang ke aku, dan mengenai dadaku.. rasa perih karena goresn pisau itu sepertinya tidak berarti dibanding luka goresan sakit di hatiku…oh ibuku, Tuhan masih menyayangi melindungi aku dan ibuku sehingga tidak terjadi apa-apa. 
Ibuku langsung memelukku dan menggendongku dan menangis meraung-raung penuh penyesalan minta maaf padaku dan pada Allah Yang Maha Pencipta yang telah menitipkan aku pada ibuku.
Berhari-hari dan setiap saat khususnya saat tengah malam ibuku menangis sholat taubat, dan memelukku sepertinya tidak akan melepasku. Melihat penyesalan yang begitu dalam aku melukis ibuku secantik mungkin dan menempelnya di kulkas.
Memang setelah kejadian itu, ibuku jarang marah padaku meski masih tetap marah. Meski aku masih selalu membuatnya terlambat ke kantor karena ulahku yang selalu telat bangun.
Tadi malam sekitar jam 2 malam, samar-samar diantara nyenyak tidurku aku melihat ibuku bercucuran air mata sambil membelaiku menciumiku dan berjanji akan lebih sayang sama aku dan tidak akan memarahiku..apapun ulahku…
Diantara tidur nyenyak dan alam mimpiku, aku juga berjanji tidak akan membuat ibuku marah, aku akan menuruti apa kata-katanya, lebih rajin sholat lebih rajin berdoa untuknya dan untuk almarhum ayahku dan…tidak lagi bangun terlambat…I love You Mom.

By Andri Amirah Sultanadaku

No comments: