MENDAPATKAN ide untuk menulis masih menjadi pekerjaan rumah
bagi banyak orang. Banyak orang yang ingin menulis, namun sukar menemukan ide
dan perspektif yang baru, dan akhirnya terbengong-bengong di depan komputer.
Ada beragam cara yang dilakukan untuk mendapatkan ide, atau
untuk bisa mengalirkan ide dengan enak. Ada yang bisa lancar menulis jika
merokok. Ada yang mendapat ide berlimpah ketika menulis sambil mendengar lagu.
Ada yang bisa nulis setelah selesai gituan (ehm ehm), ada yang dapat ide nulis
setelah diomeli istri atau pacar, dan banyak lagi
Namun tahukah Anda ada beberapa ritual atau kebiasaan yang
tergolong aneh yang dilakukan sejumlah penulis dan blogger terkenal sebelum
menulis? Ini beberapa di antaranya. Kali aja bisa menjadi wahana inspirasi bagi
Anda, hehehe
1. Tanpa busana
Ehem. Ternyata ada lho penulis yang bisa menulis enak jika
melakukannya tanpa busana. Setidaknya itu yang biasa dilakukan penulis John
Cheever. Peraih Pulitzer Prize ini biasa menulis hanya dengan pakaian dalam.
Versi yang sedikit berbeda dilakukan penulis dan jurnalis
Adam Skolnick, yang biasa menulis hanya mengenakan kain sarung.
Tertarik menjajal ritual ini? Bisa saja. Namun ritual ini
kayaknya hanya bisa dilakukan jika Anda berada sendirian di rumah, hehehe.
Juga, sebaiknya tidak dilakukan di musim hujan. Bisa-bisa Anda justru terserang
flu
2. Sengaja tersesat
Jika tak punya ide untuk menulis, pengarang terkenal Charles
Dickens dan Henry Miller punya cara unik. Mereka akan berjalan-jalan atau
bersepeda di kawasan asing dan sengaja membiarkan diri tersesat. Ternyata, dari
sisi psikologi, teknik seperti ini ampuh untuk memancing kreativitas.
3. Menulis dengan gaya horisontal
Biasanya orang menulis (atau mengetik) sambil duduk. Namun
ada beberapa penulis, sepertiMark Twain, Edith Wharton, Winston Churchill dan
Marcel Proust biasa menulis dengan posisi horisontal, yakni berbaring di tempat
tidur. Dengan berbaring, rupanya ide dan kreativitas bisa terpacu. Asal jangan
sampai keterusan dan tertidur beneran ya? Hehehe
4. Berdiri
Selain berbaring, ada juga ritual menulis yang tergolong
ekstrim. Yakni berdiri. Menulis sambil berdiri. Ini yang biasa dilakukanErnest
Hemingway dan Albert Camus. Selain lebih produktif, menulis sambil berdiri
ternyata sangat bagus untuk kesehatan punggung.
Tentu saja, di jamannya, baik Hemingway dan Camus biasa
menulis pada buku atau kertas, tidak seperti rata-rata penulis sekarang yang
menulis pada komputer. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba juga ya?
5. Pancing dengan miras
Jika empat ritual di atas tak berbuahkan hasil, yang kelima
ini bisa dicoba. Yakni menenggak minuman keras (miras). Ini yang biasa
dilakukan penulis terkenal David Ogilvy. Sebelum menulis Ogilvy biasa menenggak
setengah botol rum.
Tentu, ritual ini ada konsekuensinya. Usai menulis, Ogilvy
biasanya harus mengedit tulisannya 4 hingga 5 kali sebelum dipublikasi, hehehe
Aku pernah mencoba menulis dengan teknik ini. Hasilnya sih
lumayan. Tulisan yang maunya berisi tips ngeblog tiba-tiba endingnya menjadi
cerita pendek bergenre erotis. Nah lho!!!
***
Bagaimana dengan Anda? Ritual seperti apa yang biasa
dilakukan untuk mendapatkan mood yang enak untuk menulis?
1 comment:
kalau saya k, lebih dapat inspirasi ketika duduk berduaan dengan "dia"...hahhahah
Post a Comment