Thursday, January 17, 2013

Cara Mendapatkan Ide untuk Menulis ala Penulis Terkenal


MENDAPATKAN ide untuk menulis masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak orang. Banyak orang yang ingin menulis, namun sukar menemukan ide dan perspektif yang baru, dan akhirnya terbengong-bengong di depan komputer.
Ada beragam cara yang dilakukan untuk mendapatkan ide, atau untuk bisa mengalirkan ide dengan enak. Ada yang bisa lancar menulis jika merokok. Ada yang mendapat ide berlimpah ketika menulis sambil mendengar lagu. Ada yang bisa nulis setelah selesai gituan (ehm ehm), ada yang dapat ide nulis setelah diomeli istri atau pacar, dan banyak lagi
Namun tahukah Anda ada beberapa ritual atau kebiasaan yang tergolong aneh yang dilakukan sejumlah penulis dan blogger terkenal sebelum menulis? Ini beberapa di antaranya. Kali aja bisa menjadi wahana inspirasi bagi Anda, hehehe
1. Tanpa busana
Ehem. Ternyata ada lho penulis yang bisa menulis enak jika melakukannya tanpa busana. Setidaknya itu yang biasa dilakukan penulis John Cheever. Peraih Pulitzer Prize ini biasa menulis hanya dengan pakaian dalam.
Versi yang sedikit berbeda dilakukan penulis dan jurnalis Adam Skolnick, yang biasa menulis hanya mengenakan kain sarung.
Tertarik menjajal ritual ini? Bisa saja. Namun ritual ini kayaknya hanya bisa dilakukan jika Anda berada sendirian di rumah, hehehe. Juga, sebaiknya tidak dilakukan di musim hujan. Bisa-bisa Anda justru terserang flu

2. Sengaja tersesat

Jika tak punya ide untuk menulis, pengarang terkenal Charles Dickens dan Henry Miller punya cara unik. Mereka akan berjalan-jalan atau bersepeda di kawasan asing dan sengaja membiarkan diri tersesat. Ternyata, dari sisi psikologi, teknik seperti ini ampuh untuk memancing kreativitas.

3. Menulis dengan gaya horisontal

Biasanya orang menulis (atau mengetik) sambil duduk. Namun ada beberapa penulis, sepertiMark Twain, Edith Wharton, Winston Churchill dan Marcel Proust biasa menulis dengan posisi horisontal, yakni berbaring di tempat tidur. Dengan berbaring, rupanya ide dan kreativitas bisa terpacu. Asal jangan sampai keterusan dan tertidur beneran ya? Hehehe

4. Berdiri

Selain berbaring, ada juga ritual menulis yang tergolong ekstrim. Yakni berdiri. Menulis sambil berdiri. Ini yang biasa dilakukanErnest Hemingway dan Albert Camus. Selain lebih produktif, menulis sambil berdiri ternyata sangat bagus untuk kesehatan punggung.

Tentu saja, di jamannya, baik Hemingway dan Camus biasa menulis pada buku atau kertas, tidak seperti rata-rata penulis sekarang yang menulis pada komputer. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba juga ya?

5. Pancing dengan miras

Jika empat ritual di atas tak berbuahkan hasil, yang kelima ini bisa dicoba. Yakni menenggak minuman keras (miras). Ini yang biasa dilakukan penulis terkenal David Ogilvy. Sebelum menulis Ogilvy biasa menenggak setengah botol rum.

Tentu, ritual ini ada konsekuensinya. Usai menulis, Ogilvy biasanya harus mengedit tulisannya 4 hingga 5 kali sebelum dipublikasi, hehehe

Aku pernah mencoba menulis dengan teknik ini. Hasilnya sih lumayan. Tulisan yang maunya berisi tips ngeblog tiba-tiba endingnya menjadi cerita pendek bergenre erotis. Nah lho!!!

***

Bagaimana dengan Anda? Ritual seperti apa yang biasa dilakukan untuk mendapatkan mood yang enak untuk menulis?

1 comment:

Ammy-Cheery-Ozon said...

kalau saya k, lebih dapat inspirasi ketika duduk berduaan dengan "dia"...hahhahah